Berkacamata
Canggung sekali, dan rasanya ada yang selalu menghalangi wajah. Hehehe… Yah begitulah saat pertama kali Saya memakai kacamata.
Berawal dari sering buyarnya konsentrasi ketika berada di depan komputer secara terus menerus. Adakin setelah sekitar 4 jam bekerja, tiba-tiba suka muncul kunang-kunang di layar. Lalu Saya merasa sudah saatnya Saya melakukan check terhadap mata Saya.
Sabtu ini, Saya melakukan check mata di optik Melawai. Gratis sih, tapi hasilnya itu yang membuatku segan untuk mengecek. Tapi apa boleh buat, daripada terus penasaran mending Saya memberanikan diri untuk mengecek mata Saya. Jadi Saya duduk di depan sebuah mesin, melihat suatu gambar yang ditengahnya ada titik berwarna hijau dan mesin itu sepertinya menjauh-dekatkan gambar itu. SEtelah itu, ada seperti kertas struk yang keluar dari mesin yang menunjukan hasil diagnosa. Aduh, dan hasilnya adalah Saya ada minus di mata kiri, dan terdapat silindris di kedua mata. Hmm.. tidak enak sekali.
Sebenarnya untuk melakukan aktivitas sehari-hari, minus ini tidak mengganggu, cuma memang untuk konsentrasi dalam waktu yang lama sepertinya agak sulit. Dan ini mengganggu pekerjaan. Akhirnya Saya membeli kacamata itu. Dan mulai sekarang Saya berpenampilan selayaknya pemikir serius dengan kacamata Saya yang baru.
Ini merupakan penggalan pengalamanku ketika pertama kali memakai kacamata, yang aku tuliskan dengan maksud membagi kepada teman-teman pembaca bahwa penting kiranya jika memiliki indikasi kerusakan mata, segeralah untuk menggunakan alat bantu kacamata. Mungkin awalnya akan malu dan canggung menggunakan kacamata, tapi so what gitu loh, jika dengan kacamata kita bisa lebih lama konsentrasi. Tentu ini akan membantu kita dalam berkarya juga.